Rabu, 31 Januari 2018

Tradisi Tari Pagar Pengantin Adat Palembang



Tarian ini berasal dari Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, Indonesia. Tarian ini biasanya ditampilkan saat resepsi pernikahan walaupun terkadang ada yang menggunakan Tari Gending Sriwijaya dalam penikahan adat Palembang. Dua tarian yang berbeda.

Tari Pagar Pengantin memiliki arti khusus, yaitu melambangkan perpisahan pengantin perempuan dari masa remajanya, melepas masa lajang,  berpisah dengan teman-teman sepermainan serta tarian terakhir bagi mempelai puteri karena setelah itu tidak diperkenankan lagi menari di depan umum kecuali atas izin suami. Tindakan-tindakannya tak bebas lagi. Ia sudah berada di lingkaran kehidupan rumah tangga yang direpresentasikan dengan dulang agung keemasan.

Kedua penari menjemput Pengantin wanita untuk menari di atas nampan atau dulang berwarna emas berisi bunga berwarna warni. nampan tersebut mempunyai makna sebagai bunga teratai di atas air yang tidak akan tenggelam oleh pasang surutnya gelombang. Seperti dalam kehidupan berumah tangga yang tidak akan tenggelam.

Kedua penari memakaikan tanggai agar jari jemarinya lentik saat menari nari. pemasangan tanggai di jari jemari ini adalah menggunakan lambang kebersamaan seperti jari jemari yang ada di tangan kita.
Biasanya penganti wanita diiringi oleh 4 orang penari pengiring baik saudari perempuan maupun oleh penari-penari profesional. Tarian ini dilakukan didepan mempelai pria dan menggambarkan bahwa pengantin wanita tersebut hanya akan bertindak didalam dulang yang menunjukan bahwa wanita pengantin sekarang ruang geraknya terbatas karena sudah menikah. Hal ini mengambarkan bahwa sang pria siap menjaga sang istri.

Tarian pagar pengantin ini juga sekaligus meminta maaf serta memohon do’a dan restu dari Ayah dan Bunda, keluarga kerabat serta para tamu undangan “mohon do’akan selalu kami menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah serta selalu dalam kebahagiaan, mendapatkan keturunan yang shaleh dan shalehah, dan menuju kebahagiaan selama-lamanya”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar